Dulu, waktu masih aktif kerja, saya sering membayangkan masa pensiun itu seperti liburan panjang tanpa akhir. Nggak ada alarm pagi, nggak ada rapat yang bikin darah tinggi, nggak ada atasan yang tiba-tiba minta laporan jam lima sore. Enak, kan? Itu yang saya pikir.
Nyatanya, baru enam bulan menikmati masa pensiun, saya justru mulai merasakan hal aneh. Pinggang kiri saya nyeri. Bukan nyeri yang bikin nggak bisa bangun, sih, tapi cukup mengganggu. Kadang sampai menjalar ke kaki. Awalnya saya kira cuma kecapekan karena bersih-bersih rumah. Tapi kok rasanya nggak hilang-hilang, ya.
Dari situ saya mulai sadar sesuatu: ternyata pensiun bukan otomatis bikin badan sehat. Malah, perubahan rutinitas yang drastis itu punya efek samping yang nggak saya duga.
Kursi Kesayangan yang Diam-Diam Jadi Musuh
Saya punya satu kursi malas di ruang tamu. Kursi empuk, sandarannya pas, pokoknya bikin betah duduk berjam-jam sambil nonton TV atau baca koran. Selama kerja dulu, kursi ini cuma saya pakai sore hari, paling lama satu jam. Sekarang? Pagi habis sarapan duduk di situ, siang masih di situ, sore ya masih di situ.
Baca juga: Baru Punya Bayi, Modal Nekat: 5 Kebiasaan Kecil buat Badan
Istri saya sampai bilang, "Kamu itu kayak patung di kursi." Saya ketawa waktu itu. Tapi ternyata dia benar.
Beberapa minggu kemudian saya baca-baca (ya, sambil duduk di kursi itu juga, ironisnya), dan ketemu penjelasan yang masuk akal. Duduk terlalu lama dalam posisi yang sama bikin otot punggung bawah jadi kaku. Aliran darah ke area pinggang juga nggak lancar. Dan karena saya sudah nggak muda lagi, otot dan sendi saya nggak sefleksibel dulu. Jadi ya, wajar kalau badan protes.
Yang bikin saya agak kesal: saya nggak sadar sama sekali. Rasanya duduk itu kan nyaman. Nggak ada rasa sakit waktu lagi duduk. Sakitnya baru muncul belakangan, biasanya pagi hari waktu bangun tidur atau waktu mau berdiri dari kursi.
Hal-Hal Kecil yang Ternyata Berpengaruh Besar
Setelah kejadian itu, saya mulai memperhatikan kebiasaan-kebiasaan kecil saya sehari-hari. Dan jujur, banyak yang bikin saya geleng-geleng kepala sendiri.
1. Minum air putih cuma kalau ingat
Waktu kerja, saya minum air putih karena ada botol di meja dan ada teman yang suka mengingatkan. Sekarang? Saya bisa baru minum segelas air putih jam dua siang, padahal dari pagi sudah berkeringat karena nyapu halaman. Kurang minum air ternyata bikin otot gampang kram dan badan terasa lemas. Saya baru ngeh setelah seminggu mencoba minum lebih teratur, dan badan saya terasa lebih segar.
2. Sarapan berat, makan siang kesiangan
Ini kebiasaan yang nggak saya sadari sampai istri saya mencatat jam makan saya. Sarapan saya porsi besar karena "biar kuat sampai siang". Tapi karena sibuk nonton berita atau main sama cucu, makan siang jadi jam tiga sore. Akibatnya perut kembung, badan lemas, dan kadang kepala pusing. Pola makan yang berantakan ini ternyata berpengaruh banget ke energi harian saya.
3. Nggak pernah peregangan
Dulu, di kantor, kadang ada senam pagi atau setidaknya saya jalan ke lantai lain buat urusan kerja. Sekarang? Dari kamar ke dapur ke ruang tamu, itu saja rute harian saya. Otot saya jadi kaku karena nggak pernah "dipakai" dengan benar. Saya mulai coba peregangan ringan sepuluh menit tiap pagi, dan dalam dua minggu, nyeri pinggang saya berkurang lumayan banyak.
Pelajaran yang Saya Dapat (dan Nggak Saya Duga)
Dari seluruh pengalaman ini, ada satu hal yang paling nempel di kepala saya: kesehatan itu bukan soal hal-hal besar, tapi soal hal-hal kecil yang kita lakukan berulang-ulang setiap hari.
Dulu saya pikir sakit pinggang itu datang dari angkat barang berat atau jatuh. Ternyata bisa juga datang dari kursi empuk yang saya duduki delapan jam sehari. Saya pikir badan lemas itu karena kurang tidur. Ternyata bisa juga karena saya lupa minum air putih.
Kebiasaan kecil itu seperti tetesan air. Satu tetes nggak terasa. Tapi kalau setahun, bisa mengikis batu.
Saya juga belajar bahwa tubuh di usia pensiun ini butuh perhatian ekstra. Bukan berarti harus hidup super disiplin seperti atlet, ya. Tapi setidaknya, saya harus lebih jujur sama diri sendiri: kalau badan protes, biasanya ada kebiasaan yang perlu diubah.
Sekarang, kursi malas itu masih ada di ruang tamu. Tapi saya pasang pengingat di HP: setiap satu jam duduk, harus berdiri dan jalan-jalan sebentar. Kadang saya juga ajak istri jalan pagi keliling kompleks. Nggak jauh, cukup dua puluh menit. Sambil ngobrol, sambil ketawa-ketawa lihat kucing tetangga.
Pinggang saya belum sepenuhnya sembuh, tapi sudah jauh lebih baik. Dan yang lebih penting, saya jadi lebih sadar sama tubuh sendiri. Ternyata pensiun bukan soal berhenti bergerak. Justru sebaliknya: ini saatnya saya bergerak dengan cara yang lebih bijak.
Kalau kamu juga baru pensiun atau sedang menikmati masa santai di rumah, coba deh perhatikan kebiasaan kecilmu. Mungkin ada satu-dua hal yang tanpa sadar bikin badanmu protes. Nggak perlu langsung ubah semuanya. Mulai dari satu hal dulu, misalnya minum air lebih teratur atau berdiri tiap satu jam. Kecil, tapi ngaruh.
Percaya deh, tubuh kita itu sebenarnya sudah kasih sinyal dari jauh-jauh hari. Kita saja yang sering nggak mau dengar.